The Meaning of Imperative Sentences In The Book ‘Umdat Al-A?k?m By ‘Abdul Ghani Al-Maqdisi

A Study of ‘Ilm Alma‘?n?

Authors

  • Hilma Hilyatul Auliya UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Rohanda Rohanda Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • R. Edi Komarudin Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36668/jih.v8i02.1196

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna kalimat perintah (amr) dalam kitab ‘umdatul ahkam (pada bab kitab al-hajj) karya ‘Abdul Ghani Al-Maqdisi berdasarkan kajian ilmu ma'ani. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Permasalahan dalam penelitian ini berfokus pada makna kalimat perintah (amr) karena variasi makna yang terkandung di dalamnya sering kali menimbulkan kerancuan dalam pemahaman teks hadits, terutama terkait konteks penggunaannya yang tidak selalu bermakna haqiqi. Penelitian ini menghasilkan bahwa dalam kitab ‘Umdatul Ahkam pada bab kitab al-hajj terdapat beberapa kalimat perintah (amr) dalam beberapa hadits. Dari segi makna, kalimat-kalimat amr ini terbagi kepada dua makna yaitu makna haqiqi dan ghair haqiqi. Makna ghair haqiqi yang terdapat dalam kitab ini terdiri dari makna irsyad (bimbingan), makna do’a (permohonan), makna tahdid (ancaman), dan makna ibahah (kebolehan), makna takhyir (pilihan) dan makna iltimas (perintah dari orang yang sederajat tingkatannya).

Kata Kunci: Amr, Ilmu Ma’ani, Makna

 

Abstract: This study aims to analyze the meaning of imperative sentences (amr) in the book ‘Umdatul Ahkam (in the chapter on the Book of Hajj) by ‘Abdul Ghani Al-Maqdisi based on the science of ma'ani. The study employs a descriptive-analytical method. The research problem focuses on the meaning of imperative sentences (amr), as the variations in meaning often create ambiguity in understanding the hadith texts, particularly when their usage does not always carry a literal (haqiqi) meaning. The study found that in the book ‘Umdatul Ahkam, within the chapter on the Book of Hajj, there are several imperative sentences (amr) present in various hadiths. In terms of meaning, these amr sentences are divided into two categories: literal (haqiqi) meanings and non-literal (ghair haqiqi) meanings. The non-literal meanings identified in the book include guidance (irsyad), supplication (du'a), threat (tahdid), permissibility (ibahah), choice (takhyir), and request from an equal (iltimas).

Keywords: Amr, Ilmu Ma’ani, Meaning

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-12-31

Issue

Section

Articles