SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM PEREMPUAN DARI MASA KLASIK, SEBELUM DAN SESUDAH KEMERDEKAAN INDONESIA

Permana Octofrezi

Abstract


Pendidikan untuk perempuan sudah mendapatkan perhatian sejak masa Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم .Beliau sudah memperlakukan perempuan dengan baik sama halnya dengan laki-laki terutama dalam pengajaran dan pembelajaran ilmu, khusunya ilmu pendidikan islam. Hal ini terbukti dengan kesediaan beliau dalam memberikan pengajaran langsung kepada kaum perempuan yang ingin menimba ilmu. Pada masa sebelum kemerdekaan, rakyat indonesia mengalami diskriminasi pendidikan. Rakyat tidak bisa mengenyam pendidikan sampai ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Mereka hanya merasakan pendidikan rendah untuk diperdayakan tenaganya oleh kolonial Belanda. Pada masa inilah muncul tokoh-tokoh perempuan indonesia yang memperjuangkan hak-hak pendidikan dan hak bersekolah untuk kaum perempuan antara lain : Raden Ajeng Kartini, Dewi Sartika, Rohana Kudus, Rohmah El-Yunusiyah, Rasuna Said, Siti Walidah, dan sosok laki-laki KH. Ahmad Dahlan. Melalui tangan-tangan merekalah pendidikan islam untuk perempuan bisa berdiri kokoh. Sedangkan pada masa sesudah kemerdekaan, hikmah akan kemerdekaan berimbas pada kebebasan memperoleh hak pendidikan pada setiap warga negara terutama bagi perempuan, dan terbebas dari belenggu diskriminasi pendidikan. Mereka berhak bersekolah dan mengenyam pendidikan sampai ke tingkat yang lebih tinggi sampai sekarang.

Keywords


Pendidikan Perempuan, Sejarah Pendidikan Perempuan, Pendidikan Islam Perempuan.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.36668/jal.v9i1.132

Article Metrics

Abstract view : 0 times | PDF view : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Editorial Office:

Al-Manar : Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam

Jalan PringgoKusuman No.12 

Gedongtengen Yogyakarta, DI Yogyakarta, Indonesia, 55272

Phone: 0274- 580170

e-mail: almanar@journal.staimsyk.ac.id