Akulturasi Budaya Jawa Dalam Tradisi Piton-piton Perspektif Ajaran Islam Kampung Gaya Baru I Kecamatan Seputih Surabaya Lampung Tengah
DOI:
https://doi.org/10.36668/jal.v14i1.1247Abstract
Tradisi piton-piton merupakan adat istiadat yang dilakukan masyarakat Kampung Gaya Baru I, Kecamatan Seputih, Surabaya, Lampung Tengah secara turun temurun. Saat seorang wanita hamil tujuh bulan mereka selalu melaksanakan tradisi piton-piton. Masyarakat Kampung Gaya Baru saya percaya ular piton akan membawa kebaikan bagi ibu dan anak. Namun perlu diketahui bahwa dalam ajaran Islam tidak ada aturan khusus yang menyatakan bahwa piton merupakan tradisi yang harus dilakukan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah Tradisi Piton Dalam Perspektif Ajaran Islam pada Masyarakat Kampung Gaya Baru I? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif jenis penelitian lapangan yang menggunakan pendekatan normatif. Sedangkan teknik pengumpulan datanya dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif yang bersifat interaktif dan dilakukan secara terus menerus dalam setiap tahapan penelitian, sehingga dapat diperoleh data yang akurat mengenai tradisi piton-piton. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tradisi piton-piton tujuh bulanan di Kampung Gaya Baru I memadukan nilai-nilai spiritual dan kebersamaan masyarakat Jawa dengan ajaran Islam. Pelaksanaannya seperti sungkeman, siraman, brojolan, Sigar cengkir gading, busana Ngagem kaping pitu kemudian kenduri, sesuai dengan kaidah Islam karena memenuhi kriteria adat yang sah (urf shahih). Prosesi piton dalam ajaran Islam tidak bertentangan atau bertentangan dengan ajaran Islam. Tidak ada ketentuan dalam ajaran Islam yang mengatur tradisi piton-piton. Namun tradisi piton-piton mempunyai makna yang mendalam bagi masyarakat Kampung Gaya Baru I. Tradisi ini diadakan dengan harapan dapat memohon ketenangan dan keberkahan bagi ibu hamil dan bayi yang dikandungnya. Bagi sebagian orang, tradisi ini juga merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas anugerah kehamilan dan kelahiran.
References
Abdullah, W., Wibowo, P. A. W., Hidayati, I. W., & Nurkayatun, S. (2021). Kearifan Lokal Jawa dalam Tradisi Mitoni di Kota Surakarta (Sebuah Tinjauan Etnolinguistik). Jurnal Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture, 3(1). https://scholar.archive.org/work/f3vhqy2ibngdza7vk7byromky4/access/wayback/http://journal.univetbantara.ac.id/index.php/kawruh/article/download/907/pdf
Alaslan, A. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. https://thesiscommons.org/2pr4s/download?format=pdf
Alif, N., Mafthukhatul, L., & Ahmala, M. (2020). AKULTURASI BUDAYA JAWA DAN ISLAM MELALUI DAKWAH SUNAN KALIJAGA. Al’Adalah, 23(2). https://doi.org/10.35719/aladalah.v23i2.32.
Awlia, R., Murdiati, E., & Muslimin. (2023). Analisis Pesan Budaya Dalam Film Bumi Manusia. J-KIs: Jurnal Komunikasi Islam, 4(2), Article 2. https://doi.org/10.53429/j-kis.v5i1.726
Badrudin, H. A. M. (2021). Pengabdian Dosen Dan Mahasiswa/i; TRADISI TINGKEBAN PADA UPACARA KE TUJUH DARI UMUR KANDUNGAN TERHADAP HUKUM ISLAM. ’Aainul Haq?: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 1(II). https://ejournal.an-nadwah.ac.id/index.php/ainulhaq/article/view/361.
Boanergis, Y., Engel, J. D., & Samiyono, D. (2019). Tradisi Mitoni sebagai perekat sosial budaya masyarakat Jawa. Jurnal Ilmu Budaya, 16(1), 49–62. https://doi.org/10.31849/jib.v16i1.3172
Ghofur, M. (2021). INTEGRASI ISLAM DAN BUDAYA NUSANTARA (TINJAUAN HISTORIS ISLAM DI NUSANTARA. https://doi.org/10.24235/jy.v7i2.9042.
Ghulam Maulana Ilman, Y. E. (2023). Dinamika Tradisi Tegal Deso Dalam Kerangka Sistem Sosial Budaya Indonesia Di Desa Made Kec. Sambikerep Kota Surabaya. Jurnal Media Administrasi, 8(2). https://doi.org/10.56444/jma.v8i2.1166.
Hamiruddin, H., Satria, O., & Hasram, K. (2023). Dakwah Kultural Dalam Tradisi Akikah Di Balangtaroang, Bulukumba, Sulawesi Selatan: Perspektif Sosiologi Dakwah. Prosiding Fakultas Ushulludin Adab dan Dakwah, 1(1), 13.
Hasan, Z. (2024). Peran Serta Masyarakat dalam Melestarikan Budaya Lokal sebagai Identitas Bangsa untuk Menjaga Keutuhan NKRI. Doktrin: Jurnal Dunia Ilmu Hukum Dan Politik, 2(3). https://doi.org/10.59581/doktrin.v2i3.3158.
Helaluddin, & Wijaya, H. (2019). Analisis Data Kualitatif: Sebuah Tinjauan Teori & Praktik. Sekolah Tinggi Theologia Jaffray.
Khasanah, L. (2022). AKULTURASI AGAMA DAN BUDAYA LOKAL. AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam Dan Budaya, 2(02). https://doi.org/10.57210/trq.v2i02.171.
Kholis, N. (2022). MITONI DALAM PRESPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM. ISLAMIDA Journal of Islamic Studies, 1(2), Article 2.
Kurniawan, H., & Sinaga, R. M. (2023). REPRESENTASI ETNISITAS TERHADAP TRADISI MITONI. Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS Dan PKN, 8(1), 1–6. https://doi.org/10.15294/harmony.v8i1.70108
Kusumastuti, A., & Khoiron, A. M. (2019). Metode penelitian kualitatif. Lembaga Pendidikan Sukarno Pressindo (LPSP).
Muntoha, T. (2023a). ISLAM NUSANTARA SEBUAH HASIL AKULTURASI ISLAM DAN BUDAYA LOKAL. Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam, 4(1). https://doi.org/10.30739/tarbiyatuna.v4i1.2493.
Muntoha, T. (2023b). ISLAM NUSANTARA SEBUAH HASIL AKULTURASI ISLAM DAN BUDAYA LOKAL. Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran Dan Pengembangan Pendidikan Islam, 4(1). https://doi.org/10.30739/tarbiyatuna.v4i1.2493.
Nur, F., Rahmatia, R., & Syata, W. M. (2024). Penguatan Tradisi Barzanji di Kampung Bugis Desa Pinaesaan Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 2(4), Article 4. https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i4.921
Nuraisyah, F., & Hudaidah, H. (2021a). Mitoni sebagai Tradisi Budaya dalam Masyarakat Jawa. Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah, 5(2), 170–180. https://doi.org/10.15575/hm.v5i2.15080
Nuraisyah, F., & Hudaidah, H. (2021b). Mitoni sebagai Tradisi Budaya dalam Masyarakat Jawa. Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah, 5(2), Article 2. https://doi.org/10.15575/hm.v5i2.15080
Pahleviannur, M. R., Grave, A. D., Saputra, D. N., Mardianto, D., Hafrida, L., Bano, V. O., Susanto, E. E., Mahardhani, A. J., Amruddin, Alam, M. D. S., Lisya, M., Ahyar, D. B., & Sinthania, D. (2022). Metodologi Penelitian Kualitatif. Pradina Pustaka.
Revlina, I. (2023). Analisis nilai-nilai konselor multikultural dalam budaya Mitoni. Shine: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 4(1), 13–19. https://doi.org/10.36379/shine.v4i1.261
Rofiq, A. (2019). Tradisi slametan Jawa dalam perpektif pendidikan Islam. Attaqwa: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 15(2), 93–107. https://doi.org/10.54069/attaqwa.v15i2.13
Ruswana, E. (2022). Hidup Harmoni Dalam Keragaman Keyakinan Agama: Perspektif Penghayat Kepercayaan. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 24(3). https://doi.org/10.55981/jmb.2022.1806.
Saripudin, S., Ernawati, D., & Sovania, E. (2023). MULTIKULTURAL DI ERA MODERN: WUJUD KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA. BUDIMAS: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT, 6(1). http://dx.doi.org/10.29040/budimas.v6i1.11480
Setyaningsih, F. (2020). Bentuk dan Makna Upacara Manusia Yadnya Mitoni dengan Tradisi Jawa. Widya Aksara: Jurnal Agama Hindu, 25(2), 276–289. https://doi.org/10.54714/widyaaksara.v25i2.130
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish in AL-MANAR: Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work. (See The Effect of Open Access)
